Sejarah Seni Tradisi Adat Makotek di Bali

Tradisi Adat Makotek

Yuk belajar sejarah seni tradisi adat Makotek di Bali

Bali merupakan salah satu pulau yang memiliki keragaman budaya yang khas dan komplit, mulai dari seni tari, seni ukir, seni musik perayaan seni adat, dan lain sebagainya. Banyak sekali kegiatan adat budaya dan tradisi di pulau Bali seperti ngaben, makotek dan lain sebagainya.

Tradisi Adat Makotek

Saat prosesi melaksanakan tradisi makotek munggu

Salah satu tradisi yang masih sangat dijaga dan dilestarikan di Bali adalah Tradisi Adat Makotek yang biasanya dilaksanakan di desa Munggu Bali. Sejarah Seni Tradisi Adat Makotek sangatlah menarik untuk anda kunjungi saat berada di pulau dewata.

Sejarah Seni Tradisi Adat Makotek

Ada banyak prosesi yang harus dilewati saat melaksanakan tradisi adat makotek munggu bali, namun sebelum membahas apa saja prosesi yang harus dilaksanan, kita juga perlu mengetahui sejarah seni tradisi adat makotek.

1. Sejarah Seni Adat Makotek

Sejarah seni tradisi adat makotek berawal setelah Kerajaan Mengwi memukul mundur pasukan kerajaan Belambangan, Banyuwangi dan mendapatkan kemenangan. Tradisi makotek juga dikenal sebagai tradisi Nggrebeg. Namun seiring berjalannya waktu, tujuan dari tradisi ini berubah bukan hanya untuk memperingati kemenangan di masa lalu, namun juga untuk berdoa dan memohon perlindungan kepada dewa agar masyarakat dapat terhindar dari wabah penyakit dan juga bahaya lainnya.

Tradisi Adat Makotek

Sejarah nama makotek diambil dari suara kelotek yang nyaring berasal dari ratusan kayu yang akan disatukan. Bunyi tersebut terdengar saat ratusan kayu yang dikumpulkan menjadi satu yang akhirnya dapat membentuk seperti gunung.  Bunyi yang terdengar saat kayu disatukan adalah bunyi tek tek tek tek yang akhirnya menjadi nama makotek.

2. Waktu Pelaksanaan dan Larangan-larangan

Pelaksaan makotek di desa Munggu biasanya dilaksanakan setiap 6 bulan sekali dan juga bertepatan saat saniscara wuku kuningan atau pada hari sabtu saat hari raya kuningan. Sedangkan ada larangan yang tidak boleh dilanggar yaitu peserta yang mengikuti tradisi ini tidak boleh sedang dalam keadaan istrinya melahirkan atau saat ada keluarganya yang meninggal.

3. Prosesi Seni Adat Makotek

Ada beberapa tahapan prosesi dalam sejarah seni tradisi adat makotek. Pada tahap pertama peserta beserta pemangku agama akan berdoa di pura dan melakukan percikan air suci, karena memang tujuan utama tradisi ini adalah untuk berdoa. Lalu setelah itu baru dilanjutkan dengan proses penampilan adat makotek.

sejarah seni tradisi adat Makotek di Bali

Penampilan diawali dengan berkumpulnya ratusan peserta laki-laki yang mengikuti prosesi yang dibagi menjadi dua bagian. Setiap laki-laki yang ikut berpartisipasi diwajibkan membawa kayu yang berasal dari pohon pulet sepanjang 3,5 meter. Gerumbulan laki-laki tersebut harus menggabungkan setiap kayunya agar dapat membentuk tumpukan kayu seperti gunung.

Tujuan terbentuknya kayu menjadi gunungan adalah agar ada ruang dipuncaknya untuk seseorang berdiri. Salah satu perwakilan dari kalangan pemuda yang merasa tertantang dan sanggup naik di puncak kayu boleh berpartisipasi dalam puncak perayaan adat makotek di desa munggu, yaitu parodi perang-perangan sebagai wujud terjadinya peperangan antara kerajaan Mengwi dan Belambangan.

Selanjutnya, setelah dua pemuda dapat mencapai gundukan atau puncak kayu, maka dua kelompok akan bergerak berdekatan. Dua pemuda tersebut akan saling menyerang, namun bukan untuk saling melukai, hanya berpura-pura saling menyerang layaknya panglima dari dua kerajaan yang saling berperang.

Dalam proses pelaksanaan prosesi sejarah seni tradisi adat makotek ini memang berbahaya, khususnya pada saat salah seorang pemuda harus naik ke puncak gundukan kayu dan saling berperang. Tidak jarang pemuda yang naik terpeleset jatuh dan mengalami luka lumayan parah. Namun masyarakat desa Munggu di Bali masih konsisten melaksanakan tradisi ini demi menjaga tradisi ini agar dapat dilaksanakan turun menurun.

Sejarah Seni Tradisi Adat Makotek di Bali

Demikian halaman tradisi adat mekotek ini kami tulis semoga halaman ini bermanfaat bagi sobat traveler semua.

Salam admin – Laprovinciadelsulcis