TOD Tersebar di Jabodetabek

Pembangunan sistem transportasi massal seperti KRL, LRT dan MRT, diharap- kan mampu mengubah kehidupan masyarakat, dimana yang selama ini mengunakan sarana transportasi pribadi, beralih mengunakan sarana transportasi umum. Kawasan berbasis TOD diharapkan dapat menguntungkan masyarakat baik untuk hunian maupun komersial yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal. Terdapat tiga pengembangan properti di kawasan yang berdekatan dengan transportasi massal.

Stasiun MRT.

Di sepanjang koridor pembangunan MRT setidaknya ada banyak proyek kawasan mixed use yang sudah ada dan sedang dibangun. Kebanyakan merupakan hunian vertikal yang dilengkapi dengan mal, perkantoran, dan hotel. Namun ada juga yang secara khusus hanya menyediakan hunian dan perkantoran karena terbatasnya lahan. Jaraknya rerata yang ditempuh di bawah satu kilo meter. Tersebar mulai dari depo Lebak Bulus hinga bunderan HI.

genset perkins 100 kva untuk proyek pembangunan

Stasiun LRT.

Proyek ini terbentang menjadi dua, koridor timur menghubungkan Bekasi timur dengan Cawang dan koridor selatan menghubungkan Cibubur dengan Cawang. Pada koridor timur, pengembang BUMN Adhi Persada Properti (APP) mendominasi proyek dengan ‘menempelkan’ proyek hunian dengan stasiun, seperti LRT City 0 KM di proyek Eastern Green Bekasi seluas 16,9 hektar, 5 hektar di Gateway Park Jaticempaka, dan 0,4 hektar di Te Boutique Bekasi Barat. Belum lagi proyek yang dikembangkan swasta atau BUMN lain yang jaraknya masih bisa dijangkau dengan mudah. Untuk koridor selatan, APP juga mengembangkan lahan seluas 14,8 hektar di Royal Sentul Park Bogor, 1,2 hektar di Cikoko of LRT City, dan 11,5 hektar di Ciracas of LRT City. Di Jakarta, LRT akan tersambung mengelilingi beberapa proyek hunian milik swasta dan BUMN yang sedang dibangun, dimulai dari Cawang, MT Haryono, Gatot Subroto, Rasuna Said, dan lainnya.

Genset Perkins 100 Kva untuk Penerangan

Stasiun Kereta.

Moda transportasi ini paling diminati saat ini, baik arah Bekasi, Bogor hinga Banten. Pengembangan wilayah barat di dominasi rumah tapak, seperti yang dibangun di kota baru Maja dengan akses stasiun yang menempel dengan kawasan perumahan. Maja dibangun pengembang Ciputra Group. Untuk hunian vertikal, pengembang PT Hutama Anugrah Propertindo, saat ini sedang membangun Serpong Garden Apartment, di kawasan Cisauk – Serpong, tepatnya di Jalan Raya Cisauk Lapan, Tangerang, Banten.

Apartemen ini memiliki Sky Bridge yakni akses jembatan menuju stasiun Cisauk. Untuk pengembangan koridor timur, selatan, dan tengah di kerjakan Perumnas dan PT KAI sebagai pemilik lahan. Segmen yang dibidik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Meski secara proyek ada juga yang ditujukan untuk segmen menengah dengan harga komersial. Sudah ada 5 proyek hunian TOD yang tengah dibangun pemerintah, yakni di Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Pondok Cina, Stasiun Senen, Stasiun Juanda, dan Pasar Tanah Abang.

Selanjutnya, proyek hunian TOD akan berlanjut di Stasiun Jurangmangu dan Rawabuntu di Tangerang Selatan, Banten. Total ada 37 lokasi yang ditargetkan akan dibangun. Di timur terdapat swasta dengan akses stasiun mandiri, yakni pengembangan perumahan Metland Cibitung oleh PT Metropolitan Development (Metland) Tbk. Stasiun dalam proses pembangunan yang dalam beberapa bulan ke depan akan rampung.

Dalam pembangunan stasiun dibutuhkan beberapa alat berat. Namun tak ketinggalan pula sebuah genset untuk sumber energi listrik. beberapa alat pembangunan membutuhkan listrik tentunya. Dan juga untuk penerangan para pekerja yang tetap bekerja dimalam hari.

Genset Perkins dengan kapasitas 100 Kva dibutuhkan dalam hal pembangunan LRT ini. Harga genset Perkins 100 Kva cukup terjangkau dan bisa dinegosiasikan. Apabila membeli pada distributor resmi genset Perkins Indonesia, yakni PT. Rajawali Indo.