Sejarah Songkok Malaysia

 

Tutup songkok, simbol budaya Melayu, dapat ditemukan di kota-kota dan kota-kota di Malaysia. Tetapi sedikit yang tahu asal-usul yang menarik dari topi yang tampaknya tidak berbahaya ini. Teruslah membaca dan temukan akarnya yang menarik.
Cap songkok Malaysia Hampir setiap turis akan melihat topi hitam di mana-mana yang dipakai oleh pria Melayu Muslim di kota-kota, kota-kota dan desa-desa di seluruh Malaysia. Dikenal sebagai topi songkok, sering dipakai di acara-acara resmi seperti pernikahan, pemakaman, dan tentu saja, liburan Idul Fitri dan Idul Adha. Topi itu melengkapi pakaian tradisional Melayu yang terdiri dari kemeja dan celana dalam warna-warni yang diikat dengan bungkus pinggang seremonial. Tetapi itu juga bagian penting dari seragam militer juga. Resimen Melayu Melayu Angkatan Darat Malaysia telah mengenakan topi songkok sejak zaman kolonial. Versi lain dari topi itu ada di Indonesia, Singapura dan beberapa bagian dari Filipina Selatan dan Thailand.

Asal tidak diketahui
Asal-usul topi songkok sedikit keruh. Menurut sumber di Brunei, topi itu tiba di Asia Tenggara pada saat yang sama dengan Islam pada abad ke-13. Para sarjana tidak setuju menyarankan Ottoman membawanya pada suatu titik di abad ke-19. Bandingkan fez Utsmani dan topi songkok Melayu dan perhatikan persamaannya. Lebih mungkin daripada tidak, pedagang maritim memperkenalkan fez yang kemudian berevolusi menjadi topi songkok tradisional yang dipakai saat ini.

The Pro-Ottoman Malay Sultans
Sebagian besar orang percaya cap songkok Malaysia berasal dari Ottoman. Tapi mengapa serangkaian Kesultanan di Asia Tenggara mengadopsi gaya yang dipakai oleh Kekaisaran yang ibukotanya, Istanbul, terletak sejauh 8.000 kilometer (4.971 mil) di benua yang berbeda? Dan ingat, para pelaut awal harus melintasi Afrika bahkan sampai ke Kepulauan Melayu. Gali di bawah permukaan dan Kesultanan Melayu dan Ottoman memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang terlihat. Keduanya mempraktekkan Islam Sunni dan catatan sejarah menunjukkan interaksi reguler selama berabad-abad. Ottoman membantu orang Melayu dalam kampanye militer untuk menangkis pengaruh kolonial. Sultan Melayu sering memandang saudara-saudara Muslim mereka sebagai otoritas Islam yang kuat.

Apakah topi songkok berasal dari fez?
Sultan Abu Bakar dari Johor memiliki hubungan yang baik dengan Sultan Ottoman Abdul Hamid II. Dia melakukan perjalanan rutin ke Istanbul pada abad ke-19 dan menikahi wanita Turki yang memperkuat hubungan bilateral. Beberapa dekade sebelum tahun 1829, Sultan Ottoman melarang turban dan mengadopsi fez dalam upaya untuk memodernisasi militer. Laki-laki Ottoman mulai mengenakan fez dan pedagang mungkin memakainya saat mereka berlayar ke kepulauan Melayu. Ini semua berhubungan dengan penggunaan pertama topi songkok dalam puisi 1840 Syair Siti Zubaidah. Lebih mungkin daripada tidak kemudian, topi songkok tiba di Malaysia antara 1829 dan 1840.

Sebuah twist yang menarik
Jika topi songkok Malaysia memiliki akarnya dalam fez Ottoman, dari mana asalnya? The fez memiliki hubungan dengan Maroko kuno, Kekaisaran Bizantium dan bahkan Siprus Hellenic-Phoenicians di bawah payung istilah Yunani kuno 3.000 tahun yang lalu. Mungkin kisah cap songkok Malaysia lebih mendalam dan jauh lebih menarik dari yang kita duga.

Berikut adalah informasi tentang Sejarah Songkok Malaysia bagi yang sedang mencari perlengkapan muslim silahkan kunjungi http://pusatsongkok.com